Pemilik G4 Dan V10 Ramai-ramai Tuntut LG, Ada Apa?

SarangSemut.my.id – Vendor smartphone Korea Selatan LG mendapat tuntutan hukum dari pemilik perangkat LG G4 dan V10 di California, Amerika Serikat. Tuntutan hukum itu diajukan karena masalah bootloop yang dialami pemilik kedua perangkat.

Bootloop adalah kondisi di mana hardware smartphone tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Alhasil, perangkat bakal terus-menerus rebooting (retstart).

Dikutip SarangSemut.my.id dari Ars Technica, Senin (20/3/2017), masalah ini membuat para pemilik G4 dan V10 tidak bisa menggunakan smartphone itu lagi. Parahnya lagi, pihak LG dianggap tidak melakukan upaya yang berarti untuk mengatasi masalah tersebut. 

LG G4 pertama kali dirilis pada pertengahan 2015. Isu bootloop menyebar beberapa bulan setelahnya. Banyak yang mengeluhkannya di berbagai forum, media sosial, hingga YouTube. Hal yang sama juga terjadi pada LG V10 yang juga dirilis pada 2015.


Advertisment

LG sebenarnya sudah mengakui adanya masalah tersebut, namun tetap tidak melakukan banyak hal. Menurut hasil penyelidikan LG, bootloop terjadi karena ada dua komponen di dalam smartphone yang tidak saling terhubung.

Recall perangkat juga tidak dilakukan oleh LG. Pengguna V10 dan G4 di California mengatakan LG terus menerus mengganti perangkatnya dengan perangkat yang bermasalah juga.

Mereka juga mengatakan LG setempat menolak memberi bantuan saat periode garansi sudah habis.

Dalam dokumen yang disampaikan ke pengadilan, LG dikatakan tetap memproduksi smartphone meski ada cacat bootloop di perangkatnya.

LG kini memiliki masing-masing penerus smartphone yang bermasalah itu, yakni LG G5 dan LG V20. Sejauh ini, belum ada keluhan berarti dari kedua perangkat itu.

Baca: LG G6 Resmi Meluncur, Anti-air dan Tak Lagi Modular


Sumber: Tekno Kompas

Incoming search terms:

  • apakah lg g5 terkena bootloop

Komentar Anda