Beranda Blog Belajar Menyusui yang Benar Agar Bayi Nyaman Ibu Senang

Belajar Menyusui yang Benar Agar Bayi Nyaman Ibu Senang

Belajar Menyusui yang Benar Agar Bayi Nyaman Ibu SenangBelajar Menyusui yang Benar Agar Bayi Nyaman Ibu Senang

Belajar memang tidak mengenal usia dan tempat. Dimana ada hal baru, maka disitulah proses belajar berlangsung. Begitu pula dengan menyusui. Perlu belajar, belajar dan belajar agar bayi mendapatkan hak mereka atas nutrisi yang terkandung pada ASI tanpa mengesampingkan hak ibu untuk mendapatkan rasa nyaman tanpa rasa sakit yang berlebihan akibat puting yang lecet. Mungkin awalnya terasa sulit karena belum menemukan cara yang tepat, namun seiring waktu kemampuan menyusui ini akan terlahir dengan sendirinya. Untuk itu penting bagi ibu memiliki pengetahuan tentang cara menyusui yang benar agar bisa diaplikasikan.

Hal utama yang harus ditanamkan pada ibu menyusui adalah bahwa menyusui adalah wajib. Karena dengan meminum ASI, anak akan mendapatkan nutrisi yang paling baik. apalagi di awal kelahiran sebelum produksi susu matang, payudara akan memproduksi kolostrum yang kaya nutrisi, mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari infeksi, serta merangsang BAB bayi agar keluar.

Prinsip dasar dari menyusui adalah kenyamanan ibu dan bayi. Menurut dokter Edi Setiawan Tehuteru, Sp. A(K), MHA, IBCLC bahwasanya cara menyusui awal adalah dengan menempelkan dagu bayi ke payudara, beri rangsangan dengan menempelkan puting ke bibir bayi bagian bawah. Tunggu hingga mulut bayi terbuka lebar dan dalm posisi terbaik untuk menyusu (monyong). Masukkan aerola (daerah sekitar punting) sebanyak-banyaknya agar punting menempel di langit-langit mulut bayi sehingga bayi akan menghisap ASI dengan menggunakan lidahnya. Hal ini akan menghindarkan ibu dari kesakitan akibat punting yang lecet. Jika saat pelekatan Anda sebagai ibu menyusui merasakan sakit, maka lepaslah dan lakukan pelekatan ulang. Karena ini menandakan pelekatan tidak pas sehingga ASI yang didapat oleh bayi kurang. Selain rasa sakit pada puting, ciri-ciri pelekatan tidak pas adalah timbulnya bunyi klik saat bayi melakukan proses hisap dan telan. Jika dari visual, terlihat pipi bayi tidak menggembung/ kempot.

Kelancaran produksi ASI bergantung pada hormon oksitosin dan prolaktin. Kedua hormon ini dapat dipicu dengan semakin seringnya bayi menghisap puting payudara, sekitar 2-3 jam sekali selama 10-15 menit per payudara. Selain itu dengan memandang wajah bayi saat menyusui atau memompa juga dapat meningkatkan kedua hormon ini.

Agar Anda merasa nyaman saat menyusui, hendaknya Anda 1) menggunakan bantal untuk sandaran punggung Anda, untuk penopang kaki agar lebih nyaman serta untuk penopang lengan agar tidak mudah pegal. 2) Selalu pegang payudara Anda, karena saat menyusui payudara akan lebih besar dan berat. Hindari memegang payudara Anda dengan telunjuk dan jari tengah layaknya gunti. Namun dengan ibu jari dan telunjuk seperti memegang punting. 3) Beri posisi yang nyaman pada bayi Anda dengan cara menopangnya. Bisa menggunakan lengan, selimut ataupun bantal. Selain posisi yang nyaman, menopang tubuh bayi juga akan membentuk postur tubuhnya. 4) kondisikan suasana yang santai saat menyusui sehingga ASI yang didapatkan oleh bayi lebih banyak.

5) Jangan lupa untuk menggunakan kedua payudara untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi secara bergantian. Jika Anda mengalami kesulitan saat memberikan ASI menggunakan payudara kanan maka Anda bisa menggunakan teknik croos ridle yaitu dengan memegang bayi dengan tangan kiri atau Anda juga bisa menggunakan teknik football, yaitu dengan memposisikan bayi sedikit menyamping dari tubuh.

Bagi Anda yang memiliki air susu yang melimpah maka posisi yang paling tepat agar bayi Anda tidak tersedak adalah dengan posisi terlentang dan bayi tengkurap di atas tubuh Anda. Sehingga bayi dapat mengatur masuknya ASI ke dalam mulutnya. Sedangkan bagi Anda yang memiliki punting susu datar, maka Anda bisa meminta bantuan dokter atau bidan untuk mengeluarkan punting. Biasanya mereka menggunakan suntik berukuran besar untuk membantu menghisap punting. Selanjutnya sama seperti menyusui pada umumnya. Namun yang perlu diingat bahwa menyusui ini ilmu praktek. Sehingga semakin Anda sering mempraktekkannya semakin Anda mahir melakukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here