Beranda Blog Wisata Henauka Wowine: Ritual Adat Kedewasaan untuk Perempuan di Wakatobi

Henauka Wowine: Ritual Adat Kedewasaan untuk Perempuan di Wakatobi

Henauka Wowine: Ritual Adat Kedewasaan untuk Perempuan di Wakatobi
Upacara adat Henauka Wowine (sumber: Tempo.co)

Setiap negara pasti memiliki upacara adat kedewasaan untuk remaja putra atau putri. Salah satu yang terkenal dan masih dilakukan hingga saat ini adalah upacara adat kedewasaan di Korea. Di sana, remaja putra dan putri yang menginjak umur 20 tahun merayakan kedewasaan mereka dengan pesta modern, atau upacara adat yang telah turun temurun dilakukan sejak Dinasti Goryeo.

Tidak hanya di Korea Selatan, di Indonesia upacara semacam ini juga masih bisa kita lihat terutama di daerah-daerah kawasan timur Indonesia. Salah satunya Wakatobi. Di kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut, upacara kedewasaan diadakan untuk remaja putri yang belum menikah.

Upacara Henauke Wowine

Selama bertahun-tahun, upacara Henauke Wowine diadakan sebagai salah stu daya tarik untuk memikat wisatawan berkunjung ke Wakatobi. Setiap tahun, pemerintah setempat mengadakan upacara ini sebagai salah satu dari rangkaian acara festival budaya tahunan yang didakan setiap bulan November di Pulau Kaledupa, Wangi-Wangi. Festival ini juga dikenal dengan nama festival Karia, yang artinya kemeriahan.

Perayaan Karia biasanya berlangsung selama dua hari, dan Henauke Wowine dilangsungkan pada hari ke-2. Sebelum mengikuti ritual ini, anak perempuan yang belum menikah biasanya akan disunat terlebih dahulu. Sunat tersebut tentu saja berbeda dengan yang dilakukan pada anak laki-laki.

Sunat untuk anak perempuan biasanya hanya dilakukan dengan cara melukai sedikit bagian klitoris. Setelah disunat, anak perempuan yang akan mengikuti Henauke Wowine harus dipingit (tidak boleh keluar rumah atau beraktivitas) selama delapan hingga empat puluh hari.

Ada dua kategori usia anak perempuan yang boleh mengikuti upacara adat ini, yaitu yang menuju akil balig (sekitar 7-12 tahun), dan yang telah mendapatkan menstruasi pertama mereka. Sehari sebelum upacara adat, anak-anak perempuan yang telah dipingit didandani seperti perempuan yang akan menikah.

Mereka juga menggunakan pakaian dan aksesori tradisional Wakatobi. Selanjutnya, anak-anak perempuan itu akan ditandu oleh kerabat laki-laki mereka dari rumah menuju ke lapangan. Biasanya di belakang tandu terdapat arak-arakan yang meneriakkan kalimat “lego-lego.”

Arti dari kalimat tersebut adalah “kami tidak berutang.” Karena biasanya, keluarga yang berpartisipasi dalam upacara ini harus menyumbangkan makanan dan hasil bumi mereka serta menghias atau membuat tandu. Begitu sampai di lapangan, anak-anak perempuan tersebut akan duduk berjajar di hadapan pemuka agama setempat.

Pada akhir acara, pemuka agama tersebut akan mengoleskan kunyit pada bagian kening dan kaki setiap anak. Saat upacara berlangsung, keluarga anak-anak yang mengikuti Henauke Wowine akan menyaksikan upacara tersebut. Kemudian upacara ditutup dengan doa, yang isinya harapan-harapan untuk masa depan para anak perempuan yang mengikuti upacara adat kedewasaan ini.

Transportasi ke Wakatobi

Jika ingin menyaksikan upacara adat Henauke Wowine dari dekat, Anda bisa berkunjung ke Wakatobi saat bulan November. Untuk sampai ke kota ini, ada dua jenis transportasi yang bisa dipilih, yaitu menggunakan pesawat atau kapal laut. Perjalanan menggunakan pesawat biasanya menghabiskan waktu sekitar 6 jam jika berangkat dari Makassar. Sedangkan kapal laut sekitar 10 jam.

Untuk mencapai Wakatobi, kita memang harus menaiki pesawat tujuan Makassar terlebih dahulu. Dari Makassar, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan pesawat kecil atau kapal laut. Ada banyak maskapai yang melayani penerbangan ke kota Makassar. Salah satunya Citilink.

Agar lebih mudah, Anda bisa booking tiket pesawat online melalui aplikasi Airy. Cukup dengan satu kali klik, Anda sudah bisa memesan tiket pesawat Citilink ke Makassar dengan mudah. Selain melalui aplikasi smarthphone, tiket pesawat juga bisa dipesan melalui situs resmi Airy.

Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here