Lancarkan Acara Akikah Menggunakan Pelengkap Sasa Santan Kelapa

Terima kasih Tuhan, acara akikah untuk putra pertama saya berjalan dengan lancar. Terima kasih juga untuk Sasa santan kelapa yang turut membantu mengefisiensikan waktu dalam pembuatan masakan. Mungkin kalau saya masih menggunakan santan dengan proses manual, acara bisa jauh lebih lama jadinya.

Gagasan menggunakan santan kelapa produk Sasa ini datang dari ibu-ibu tetangga yang hadir. Mereka membantu keluarga kami dalam meracik berbagai menu untuk para tamu undangan. Mereka bilang santan Sasa bisa untuk memasak semua jenis makanan dan minuman. Saya percaya sama mereka karena mereka lebih ahli dari saya.

Terutama dalam urusan masak-memasak. Alhasil istri saya cukup berbaring saja di kamar soalnya dia baru saja melahirkan. Semuanya harus saya yang mengurus. Untuk mengurus istri, saya meminta kakak agar selalu menyediakan apa yang dibutuhkannya. Saya amat bersyukur karena tidak ada keluarga saya yang tidak hadir ke rumah.

Melihat pangeran kecil saya tidur di samping ibundanya saja sudah membuat saya bahagia. Lebih-lebih melihat antusias ibu-ibu yang memasak di dapur. Agar proses memasak lebih cepat, mereka membutuhkan stok santan Sasa dalam jumlah banyak. Saya sanggupi. Soalnya menjelang malam acara sudah dimulai.

Dibandingkan dengan proses bikin santan secara manual tentu jauh lebih efektif pakai santan dalam bentuk kemasan Sasa. Isinya sudah matang. Jadi begitu masakan dasar sudah matang, tinggal tuang saja ke atasnya. Hanya masak sebentar saja sudah selesai. Lagi pula bisa juga untuk menghemat tenaga ibu-ibu.

Jadi tenaga tidak habis untuk keperluan dapur saja. Para kepala keluarga tentu tugasnya lain. Saya bersama salah satu dari mereka menuju ke lapangan tempat kambing terbaik dijual. Saya pun memilih kambing jantan 2 ekor dalam bentuk yang besar. Saya hanya ingin mengungkapkan rasa bahagia dengan membuat acara sebaik mungkin.

Rupanya apa yang dibilang ibu-ibu itu benar. Tidak sampai sore berbagai jenis masakan dan minuman sudah tersedia. Jadi sisa waktunya dipakai untuk istirahat. Sebagian besar pulang. Soalnya ketika acara dimulai, tugas ibu-ibu hanya mencuci piring di dapur. Sementara yang lelaki melayani tamu dan mengeluarkan kudapan ke depan.

Para tamu undangan tampak semringah ketika menyantap makanan dan minuman yang disajikan. Saya di belakang juga meminta semua tetangga ikut makan. Ternyata rasanya sangat gurih. Segar sekali. Tidak ada bedanya makanan bersantan dari kelapa yang baru saja diperas.

Momen yang paling saya tunggu-tunggu adalah ketika para kiai memotong helai rambut putra saya. Diiringi dengan rangkaian kalimah tahlil yang padu. Suatu hari kau akan mengenang proses kelahiran dan akikahmu, Nak. Para tamu memberi saya ucapan selamat dan juga pelukan hangat. Sekarang saya resmi jadi ayah.

Begitu acara sudah selesai, masih banyak makanan dan minuman yang tersisa. Tetangga yang sudah capai-capai membantu pun saya minta untuk dibawa pulang saja makanan ke rumah. Lagi pula tidak mungkin keluarga kecil saya menghabiskan semua kudapan itu. Melihat kelancaran acara akikah putra saya, ada satu pertanyaan yang penting.

Pertanyaan itu saya utarakan pada salah satu dari ibu-ibu yang bantu. “Apakah santan dari Sasa aman? Saya ingin mengunakannya untuk masakan ke depannya.” Ibu-ibu itu menjawab, “Lihat saja di kemasannya, Pak. 100% aman. Soalnya tidak ada pengawetnya.” Wah, saya amat bersyukur dikelilingi tetangga yang baik.

Dari segi rasa pun sangat enak loh. Sasa Santan, Aslinya Santan memang harus menjadi pilihan keluarga untuk masakan serba santan. Selain praktis, juga harganya ekonomis. Tentu menjadi santan kesayangan keluarga.

Komentar Anda