Metode Untuk Mengetahui Kehamilan

Bagi Anda yang mungkin sedang menanti kabar kehamilan atau barangkali sedang menjalani program hamil, berita positif  dinyatakan hamil mungkin adalah kabar yang sangat Anda tunggu-tunggu. Untuk itu satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa Anda sedang hamil atau tidak, adalah dengan cara melakukan tes kehamilan secara alami ibu. Tes tersebut mempunyai beberapa metode yang bisa ibu pilih untuk mengetes kehamilan, mulai dari tes urin, tes darah sampai ultrasonografi atau lebih dikenal denga USG.

Meski cara yang dilakukan beragam, semua alat test kehamilan pada dasarmya memprediksi apakah seorang ibu sedang mengandung atau tidak, cara kerjanya yaitu mendeteksi adanya hormon HCG (Human Chorionic Gonadrotopin) dalam tubuh seorang wanita. Hormon ini di produksi oleh sel embrio yang prosesnya kemudian di lanjutkan oleh plasenta. HCG berperan menstimulasi ovarium untuk menghasilkan steroid untuk menjaga agar konisi kandungan tetap stabil. Karena hormon ini sangat banyak ada dalam tubuh setiap Ibu hamil, maka keradaanya tidak hanya pada aliran darah tetapi juga dapat terdeteksi dalam cairan urin.

Macam-macam test kehamilan

  1. Test urine
    Tes ini mungkin sangat terkenal di kalangan ibu-ibu hamil karena cukup menggunakan bantuan alat tes kehamilan atau biasa disebut dengan testpack. Caranya pun cukup mudah tinggal mencelupkan bagian  ujung penyerap testpack pada urine  Anda di pagi hari. Akurasi test urine menggunakan testpack ini cukup tinggi yakni mencapai 97%. Test ini sebaiknya dilakukan setelah Anda mengalami telat mestruasi setelah satu minggu agar prediksi yang dihasilkan juga lebih akurat.
  2. Test darah
    Selain tes urine yang dilakukan dengan testpack, maka cara lain untuk mengetes kehamilan adalah dengan melakukan test darah. Tes darah ini harus dilakukan di laboratorium atau rumah sakit dengan bantuan tim medis.  Keuntungan tes darah adalah untuk memastiakan kehamilan dengan dua tipe, pertama tes Hcg kualitatif dan kedua, tes Hcg kuantitatif. HCG kualitatif untuk mengukur dengan tepat kadar hormon hCG yang ada dalam darah, sehingga jika jumlah hormon tersebut  dalm tubuh masih sedikit tetap dapat terdeteksi. Tes HCG kuantitatif hanya akan mengukur dan menitiberatkan pada ada tidaknya hormon HCG dalam darah.
  3. Ultrasonografi
    Jika dibandingkan dengan tes urine dan tes darah, tes kehamilan satu ini jauh lebih lengkap. Tes ini selain untuk mengetahui kehamilan, juga membantu ibu untuk mengetahui perkembangan janin di dalam rahim, posisi plasenta, bahkan dapat mengetahui ada tidaknya kelainan pada janin. Tes ini bisa ibu lakukan di laboratorium atau dirumah sakit dengan alat ultrasonografi berlangsung selama 20-30 menit.

Seputar kehamilan trimester kedua pada kehamilan trimester ke dua kebanyakan ibu hamil sudah tidak mengalami keluhan yang berat.Terlebih ketika ibu sudah mulai beradaptasi dengan kondisi tubuhnya. Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan sudah dapat membantu ibu hamil untuk beradaptasi dengan kehamilannya di usia kehamilan 4-6 bulan ini. eskipun demikian bukan berarti semua ibu hamil dapat terbebas dari keluhan kehamilan. Beberapa ibu hamil bahkan merasakan keluhan dari awal hingga akhir kehamilan. Ibu hamil harus dapat membedakan keluhan yang biasa dan keluhan yang mengarah pada kondisi membahayakan.

Melalui artikel kali ini kami akan memberikan gambaran seputar kehamilan di trimester kedua, keluhan yang sering terjadi, perkembangan janin dan perubahan ibu hamil disertai dengan tips menghadapi kehamilan di trimester kedua dengan aman dan nyaman. Demikian beberapa metode untuk mengetes kehamilan semoga bermanfaat ya.

Komentar Anda

About the Author